KEJATUHAN DAN KEBANGKITAN

Drama 30 Menit

CHARACTERS

SCENE 1
TEMPAT: Kantor Investasi Budi | WAKTU: Pagi, 09:00

BUDI duduk di meja kerjanya, menatap layar komputernya dengan mata merah. Rina masuk dengan bingung.

RINA: Pak Budi, uang pasokan hari ini sudah masuk. Tapi kenapa order tertunda?

BUDI: (tertawa terbatas) Rina, tunggu dulu ya. Saya butuh waktu.

RINA: Tapi pelanggan sudah menunggu. Pak Budi, keuangan kami sekarang sangat bergantung pada ini.

BUDI: (mengangkat kepalanya) Iya Rina, saya tahu. Tapi hari ini... hari ini tidak ada yang bisa saya lakukan.

BUDI: (menutup laptopnya) Rina terdiam.

SCENE 2
TEMPAT: Rumah Budi & Rina | WAKTU: Sore, 17:00

BUDI masuk ke rumah, membawa file laporan. Rina sedang menyiapkan makan malam.

RINA: Sudah kerja lama ya? Makan dulu.

BUDI: (mengambil piring) Terima kasih. Rina, saya punya kabar buruk.

RINA: Apa? Tidak baik-baik saja?

BUDI: (menatap Rina) Klien-klien besar sudah membatalkan kontrak. Kami kehilangan puluhan miliar rupiah dalam seminggu ini.

RINA: (menatap Budi, terdiam)

BUDI: Saya mencoba memperbaikinya, tapi... saya tidak bisa. Semua jalan tertutup.

RINA: (mengambil tangan Budi) Budi, kita punya tabungan. Kita bisa keluar.

BUDI: Tidak bisa! Jika saya mengambil tabungan, apa yang akan kita lakukan? Saya tidak bisa memberi kamu hidup layak lagi!

RINA: (menangis, Budi memeluknya)

SCENE 3
TEMPAT: Kantor Investasi Budi | WAKTU: Keesokan Harinya, 09:00

BUDI masuk dengan wajah putih pas. Sari menunggu di depan meja.

SARI: Pak Budi, selamat pagi.

BUDI: Selamat pagi Sari.

SARI: Pak Budi, saya sudah menganalisa pasar. Ada peluang di sektor teknologi. Saya bisa buatkan strategi trading untuk kamu.

BUDI: (tertawa kecil) Sari, kamu terlalu muda untuk berani bilang begitu. Pasar bisa memakanmu dalam sekejap.

SARI: Tapi Pak Budi, kamu pernah bilang kalau risiko itu bagian dari bisnis. Kenapa sekarang kamu takut?

BUDI: (terdiam. Rina dan Sari saling menatap.)

SCENE 4
TEMPAT: Kantor Investasi Budi | WAKTU: Sembilan hari kemudian

BUDI duduk di meja kerjanya. Rina datang membawa kopi.

RINA: Pak Budi, kamu sudah lama tidak pulang.

BUDI: Iya, Rina. Saya sedang mengerjakan sesuatu. Saya ingin mencoba sesuatu yang baru.

RINA: Apa?

BUDI: Saya akan mencoba strategi yang Sari berikan. Mungkin ini jalan keluarnya.

RINA: (tersenyum) Bagus. Saya bangga padamu Budi.

BUDI: Terima kasih Rina. Tanpa kamu, saya tidak akan bisa.

BUDI: (menatap layar komputer dengan fokus. Rina memeluk dari belakang.)

SCENE 5
TEMPAT: Kantor Investasi Budi | WAKTU: 3 bulan kemudian

BUDI sedang berbicara dengan pelanggan. Dia tampak lebih percaya diri.

BUDI: Terima kasih sudah percaya pada saya. Saya akan berusaha terbaik untuk keluargamu.

PELANGGAN: (tersenyum) Kamu sudah berhasil bangkit lagi, Pak Budi. Itu luar biasa.

BUDI: (tersenyum lebar) Tidak mudah. Tapi dengan bantuan orang-orang di sekelilingku, saya bisa.

BUDI: (menatap ke arah Rina yang sedang menunggu di depan pintu. Dia tersenyum.)

SCENE 6
TEMPAT: Kantor Investasi Budi | WAKTU: Malam, 21:00

BUDI dan RINA sedang menikmati makan malam di restoran.

RINA: Hari ini bagus ya?

BUDI: Sangat bagus. Pelanggan baru sudah masuk. Bisnis kami mulai membaik.

RINA: (tersenyum) Bangga padamu Budi.

BUDI: Tapi... saya ingat hari-hari terakhir. Saya hampir kehilangan semuanya.

RINA: Itu yang membuatmu lebih kuat sekarang.

BUDI: (tersenyum) Kamu selalu tahu cara menguatkan saya.

RINA: Karena kamu bukan orang yang mudah menyerah.

BUDI: (menatap Rina dengan penuh cinta) Iya. Dan kamu adalah alasan saya bangkit.

BUDI dan RINA menikmati makan malam dalam keheningan yang bahagia.

SCENE 7
TEMPAT: Kantor Investasi Budi | WAKTU: Setahun kemudian

BUDI duduk di kursi manajer. Dia sedang berbicara dengan SARI.

BUDI: Sari, kamu sudah siap mengambil peran yang lebih besar.

SARI: (terkejut) Wah, Pak Budi, saya masih belum siap...

BUDI: Kamu sudah siap. Kamu cerdas, bersemangat, dan punya kemampuan untuk menjadi pemimpin.

SARI: (tersenyum) Terima kasih Pak Budi. Saya akan berusaha terbaik.

BUDI: (tersenyum) Itu yang saya harapkan darimu.

BUDI menatap ke arah jendela. RINA dan anak-anak mereka sedang bermain di taman depan kantor.

SCENE 8
TEMPAT: Kantor Investasi Budi | WAKTU: Malam, 22:00

BUDI, RINA, dan anak-anak mereka sedang menikmati malam yang cerah di taman depan kantor.

ANAK: Ayah, kenapa kita selalu di sini?

BUDI: Karena ini tempat keluarga kita. Tempat di mana kita memulai segalanya.

RINA: (tersenyum) Dan tempat di mana kita kembali setiap hari.

BUDI: (tersenyum lebar) Benar. Kita bangkit dari kejatuhan, dan kita tetap kuat.

ANAK: (tersenyum) Ayah, kamu hebat!

BUDI: (memeluk anaknya) Terima kasih. Karena kamu dan keluargaku, saya bisa.

BUDI, RINA, dan anak-anak mereka menikmati malam yang indah bersama.

Sekian drama "Kejatuhan dan Kebangkitan". Terima kasih!


📥 Download Script (Markdown) 📄 Print / Save as PDF