BUDI duduk di meja kerjanya, menatap layar komputernya dengan mata merah. Rina masuk dengan bingung.
RINA: Pak Budi, uang pasokan hari ini sudah masuk. Tapi kenapa order tertunda?
BUDI: (tertawa terbatas) Rina, tunggu dulu ya. Saya butuh waktu.
RINA: Tapi pelanggan sudah menunggu. Pak Budi, keuangan kami sekarang sangat bergantung pada ini.
BUDI: (mengangkat kepalanya) Iya Rina, saya tahu. Tapi hari ini... hari ini tidak ada yang bisa saya lakukan.
BUDI: (menutup laptopnya) Rina terdiam.
BUDI masuk ke rumah, membawa file laporan. Rina sedang menyiapkan makan malam.
RINA: Sudah kerja lama ya? Makan dulu.
BUDI: (mengambil piring) Terima kasih. Rina, saya punya kabar buruk.
RINA: Apa? Tidak baik-baik saja?
BUDI: (menatap Rina) Klien-klien besar sudah membatalkan kontrak. Kami kehilangan puluhan miliar rupiah dalam seminggu ini.
RINA: (menatap Budi, terdiam)
BUDI: Saya mencoba memperbaikinya, tapi... saya tidak bisa. Semua jalan tertutup.
RINA: (mengambil tangan Budi) Budi, kita punya tabungan. Kita bisa keluar.
BUDI: Tidak bisa! Jika saya mengambil tabungan, apa yang akan kita lakukan? Saya tidak bisa memberi kamu hidup layak lagi!
RINA: (menangis, Budi memeluknya)
BUDI masuk dengan wajah putih pas. Sari menunggu di depan meja.
SARI: Pak Budi, selamat pagi.
BUDI: Selamat pagi Sari.
SARI: Pak Budi, saya sudah menganalisa pasar. Ada peluang di sektor teknologi. Saya bisa buatkan strategi trading untuk kamu.
BUDI: (tertawa kecil) Sari, kamu terlalu muda untuk berani bilang begitu. Pasar bisa memakanmu dalam sekejap.
SARI: Tapi Pak Budi, kamu pernah bilang kalau risiko itu bagian dari bisnis. Kenapa sekarang kamu takut?
BUDI: (terdiam. Rina dan Sari saling menatap.)
BUDI duduk di meja kerjanya. Rina datang membawa kopi.
RINA: Pak Budi, kamu sudah lama tidak pulang.
BUDI: Iya, Rina. Saya sedang mengerjakan sesuatu. Saya ingin mencoba sesuatu yang baru.
RINA: Apa?
BUDI: Saya akan mencoba strategi yang Sari berikan. Mungkin ini jalan keluarnya.
RINA: (tersenyum) Bagus. Saya bangga padamu Budi.
BUDI: Terima kasih Rina. Tanpa kamu, saya tidak akan bisa.
BUDI: (menatap layar komputer dengan fokus. Rina memeluk dari belakang.)
BUDI sedang berbicara dengan pelanggan. Dia tampak lebih percaya diri.
BUDI: Terima kasih sudah percaya pada saya. Saya akan berusaha terbaik untuk keluargamu.
PELANGGAN: (tersenyum) Kamu sudah berhasil bangkit lagi, Pak Budi. Itu luar biasa.
BUDI: (tersenyum lebar) Tidak mudah. Tapi dengan bantuan orang-orang di sekelilingku, saya bisa.
BUDI: (menatap ke arah Rina yang sedang menunggu di depan pintu. Dia tersenyum.)
BUDI dan RINA sedang menikmati makan malam di restoran.
RINA: Hari ini bagus ya?
BUDI: Sangat bagus. Pelanggan baru sudah masuk. Bisnis kami mulai membaik.
RINA: (tersenyum) Bangga padamu Budi.
BUDI: Tapi... saya ingat hari-hari terakhir. Saya hampir kehilangan semuanya.
RINA: Itu yang membuatmu lebih kuat sekarang.
BUDI: (tersenyum) Kamu selalu tahu cara menguatkan saya.
RINA: Karena kamu bukan orang yang mudah menyerah.
BUDI: (menatap Rina dengan penuh cinta) Iya. Dan kamu adalah alasan saya bangkit.
BUDI dan RINA menikmati makan malam dalam keheningan yang bahagia.
BUDI duduk di kursi manajer. Dia sedang berbicara dengan SARI.
BUDI: Sari, kamu sudah siap mengambil peran yang lebih besar.
SARI: (terkejut) Wah, Pak Budi, saya masih belum siap...
BUDI: Kamu sudah siap. Kamu cerdas, bersemangat, dan punya kemampuan untuk menjadi pemimpin.
SARI: (tersenyum) Terima kasih Pak Budi. Saya akan berusaha terbaik.
BUDI: (tersenyum) Itu yang saya harapkan darimu.
BUDI menatap ke arah jendela. RINA dan anak-anak mereka sedang bermain di taman depan kantor.
BUDI, RINA, dan anak-anak mereka sedang menikmati malam yang cerah di taman depan kantor.
ANAK: Ayah, kenapa kita selalu di sini?
BUDI: Karena ini tempat keluarga kita. Tempat di mana kita memulai segalanya.
RINA: (tersenyum) Dan tempat di mana kita kembali setiap hari.
BUDI: (tersenyum lebar) Benar. Kita bangkit dari kejatuhan, dan kita tetap kuat.
ANAK: (tersenyum) Ayah, kamu hebat!
BUDI: (memeluk anaknya) Terima kasih. Karena kamu dan keluargaku, saya bisa.
BUDI, RINA, dan anak-anak mereka menikmati malam yang indah bersama.